Selasa, 01 Mei 2012

Menyelami Makna Hidup dari balik tempat tidur

Selain dikenal sebagai public figur, Pepeng juga memiliki perusahaan yang bergerak di bidang multimedia bernama Jari-jari Communication. Dia juga pernah bekerja untuk perusahaan Bakrie Brothers di tahun 1989. kini Dalam keadaan sakit pun, Pepeng masih terus berjuang dan berhasil menyelesaikan studi S2 nya di Universitas Indonesia bidang psikologi dengan nilai sangat memuaskan (A). "Mungkin kalau saya masih sehat, saya belum tentu menyelesaikan S2 saya," ungkap Pepeng.

Dari balik kamar tidurnya yang biasa dia sebut 'Goa’,  Pepeng menjalankan beberapa bisnis online dibidang penjualan domain. Dia juga menjadi penggagas gerakan sosial pendidikan Indonesia, sebuah gerakan yang peduli terhadap pembangunan sekolah-sekolah yang roboh. Selain aktif menulis artikel, Pepeng saat ini juga sedang mempersiapkan sebuah buku yang diberi judul ‘Di Balik Jari-Jari’. Buku ini menurut Pepeng lebih diposisikan sebagai buku motivasi bagi para pembacanya.
 
Untuk mengobati rasa rindu para penggemarnya, Pepeng kini kembali aktif di layar kaca lewat acara ‘Ketemu Pepeng’ yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Dalam acara talkshow  inspiratif ini, setiap tamu yang hadir menceritakan perjuangan, semangat hidup serta suka duka yang dialaminya dan Pepeng menjadi teman bicara yang menarik sambil melontarkan lelucon yang ringan namun tetap berisi. "Saya dulu dikenal sebagai pembuat keramaian. Doa saya ketika pertama sakit adalah jangan sampai saya kesepian karena perilaku saya", begitu kata Pepeng.

Memang semenjak sakit, Rumah Pepeng setiap hari selalu dikunjungi oleh banyak orang. Namun kunjungan mereka bukan untuk menaruh rasa iba, tapi justru menimba ilmu hidup dari Pepeng. Di kamar tidur yang baru saja selesai direnovasi ini, Pepeng selalu menerima tamu-tamunya. Dia tak pernah menolak siapa saja yang ingin bertandang kerumah nya. "Bahkan ada seorang kenalan dari akun jejaring sosial Facebook, misalnya, datang ke rumah Pepeng dengan mengajak 100 rekan sekantornya" ujarnya.

Tiap kali berbicara, Pepeng sejatinya dihujani rasa sakit. Tapi, karena guyonan segar dan sapaan hangatnya, lawan bicara sering kali lupa bahwa Pepeng sedang sakit. Pepeng justru mampu menebar semangat hidup. "Bukan penasihat spiritual. Adanya gue aja",ujarnya. Laptop kini menjadi andalannya untuk tetap menjalin hubungan dengan dunia luar karena Pepeng tidak bisa menggunakan kursi roda dan hanya terbaring ditempat tidur.

Semangat, perjuangan dan keikhlasan Pepeng dalam melawan sakit yang dideritanya memang layak menjadi teladan bagi semua pihak bahkan Kick Andy juga menobatkan Pepeng sebagai salah satu penerima anugrah Kick Andy Heroes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar